Mengenal Dasar-Dasar R Programming

Saya bukan programmer, mengerti soal IT (Information Technology) pun tidak. Sehingga terkait R ini, saya lebih suka mendefinisikannya secara sederhana saja, yaitu R sebagai sebuah ‘alat’ untuk mengekplorasi data statistik menjadi informasi yang lebih mudah dibaca. Tidak menggunakan tombol dan menu instan seperti SPSS atau aplikasi pengolahan statistik lain, yang tinggal klik langsung jadi, tetapi dengan memasukkan sejumlah kode/sintaks kemudian mengeksekusinya, mirip seperti yang dilakukan oleh seorang progammer.

Lebih sulit memang, tapi R punya keunggulan yang mengalahkan kemudahan yang ditawarkan oleh SPSS, SAS, Minitab, dan aplikasi pengolahan statistik yang lain, yaitu GRATIS.

Ya, kalian bisa mengunduh R di https://cran.r-project.org secara cuma-cuma. Setelah diinstall, maka tampilan R akan seperti gambar di bawah ini:

Jika kalian ingin mengetahui di direktori mana R bekerja dan akan menyimpan file-filenya, kalian bisa ketikkan kode getwd().

Jika ingin mengubah lokasi direktori, kalian bisa ketikkan setwd(), misal kita setting di D:/R in Action.

Umur Tinggi Umur Tinggi
24 172 35 168
43 164 26 157
35 155 44 160
Tabel Umur dan Tinggi Badan Anggota Grup Whatsapp “Oppa-Oppa Cakep”

Mencari mean, korelasi pearson, dan standar deviasi dari data pada tabel di atas dapat dilakukan dengan mengetik kode seperti dibawah ini:

Jika ingin membuat plot antara data umur dan tinggi, ketikkan plot(data1, data2)

Untuk menyimpan output grafik ke file jpeg, kalian bisa mengetikkan kode jpeg(“namafile.jpg”), maka file grafik akan tersimpan di direktori kalian.

Jika ingin menyimpan seluruh object yang telah kita input pada R Console ke file dengan nama tertentu, ketikkan save.image(“namafile”). Maka file akan tersimpan ke direktori dengan ekstensi .RData. Setelah itu cobalah melihat object apa saja yang sudah kalian masukkan ke R Console, dengan mengetik ls().

Sekarang cobalah untuk menghapus satu objek dengan mengetik rm(objects).

Lalu cobalah munculkan kembali object umur dengan memuat file image yang sudah tersimpan sebelumnya, dengan mengetikkan load(“mengenalR”).

Sedangkan untuk menyimpan histori kode/sintaks, ketikkan savehistory(“kodemengenalR”). Kemudian keluarlah dari R dengan mengetikkan q().

Terakhir bukalah kembali R kemudian muatkan file history yang sudah tersimpan sebelumnya dengan mengetik loadhistory(“kodemengenalR”). Maka dengan menekan tombol panah ke bawah dan ke atas kita bisa memanggil kode/sintaks yang sebelumnya kita ketikkan.

Demikian perkenalan awal kita dengan R. Platform pengolahan data statistik opensource yang powerful. Nantikan postingan berikutnya terkait Vector, matric, data frame, array, dan list di R ya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s