Asiknya Menikah dengan yang Seumuran

Beberapa diantara kita mungkin pernah diberi nasehat, jika kita menikah nanti, baiknya tidak memilih yang seumuran. Jika kalian pria, pilihlah yang lebih muda, jika kalian wanita, pilihlah yang lebih tua. Paling tidak, selisih umur kalian berada antara 3-5 tahun. Alasan yang dikemukakan, biasanya, karena perkembangan psikologis dan biologis pria dan wanita tidak berjalan berbarengan. Jika kalian seumuran, yang pria tidak akan bisa mengimbangi kedewasaan pasangan wanitanya, si wanita, seiring mereka menua nanti, juga tidak akan bisa mengimbangi kebutuhan biologis si pria.

Namun, benarkah demikian? Menurut saya, tidak juga. Urusan menikah tidak se-matematik itu. Lagipula, siapa yang bisa mengontrol dengan siapa, pada usia berapa, kita akan jatuh cinta?

Menikah dengan yang seumuran bisa memiliki banyak sisi baik seperti halnya menikah dengan pasangan yang lebih tua atau lebih muda. Sebagai salah satu praktisi di pernikahan seumuran ini, paling tidak ada beberapa hal yang bisa saya sebutkan, yaitu antara lain:

  • Pasangan Sekaligus Sahabat

Salah satu kenikmatan dalam pernikahan adalah manakala kita bisa mengekspresikan diri dengan bebas, nyaman, tanpa rasa jaim kepada pasangan. Kita bahkan memiliki candaan yang hanya bisa dimengerti berdua. Meskipun ego kita cenderung pada level yang sama, tetapi kita juga lebih memiliki pandangan yang sama, jadi tinggal ditemukan titik temunya saja lewat diskusi dan ngobrol berdua.

  • Gampang Nyambung

Karena memiliki pengalaman hidup yang beda-beda tipis, maka kita pun jadi lebih gampang nyambung ketika ngobrol atau berdiskusi terkait hal-hal tertentu. Tentang grup musik dan lagu yang dulu pernah trending, film kartun favorit di masa-masa sekolah, mainan yang sering dimainkan ketika kecil, dan banyak lagi yang lain.

  • Sama-sama dalam Memulai Perjuangan

Apa yang kita capai sebelum menikah biasanya cenderung sama. Kita pun lebih kerasa sedang meraih mimpi bersama. Mengatur keuangan, merencanakan bisnis bersama, mengasuh anak, dan hal-hal lain yang membuat kita justru bisa belajar dewasa bersama.

  • Santai tapi Respect dengan Pasangan

Karena seumuran, maka salah satu dari kita cenderung tidak terlalu mengatur, pernikahan terbawa lebih santai dan nyaman. Meskipun demikian, tetap saja harus ada respect kepada pasangan dengan mematuhi apa yang agama dan norma budaya atur dalam hidup berumahtangga.

Jadi gimana? Asik juga kan menikah dengan yang seumuran?

Mudah-mudahan seberapapun perbedaan umur kita dengan pasangan, pernikahan kita selalu dikarunia Allah Swt kebahagiaan dan keharmonisan ya. Karena Allah Swt lah yang terpenting, karena-Nya kita bertemu dan di tangan-Nya lah berlaku segala ketetapan.

Rabbanaa Hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriiyaatinaa qurrata a’yun waja’alnaa lil muttaqiinaa imaamaa

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan hidup kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (Q.S. Al-Furqan; 74).

Demikian dan semoga bermanfaat ya.

6 pemikiran pada “Asiknya Menikah dengan yang Seumuran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s