Menghidupkan The Beatles

Gambar diambil dari halaman tribunnewswiki.com

Jika kalian pengagum lagu-lagu The Beatles, kalian pasti akan suka dengan film yang satu ini.

Adalah Jack Malik (Himesh Pathel) seorang musisi di kota kecil Inggris, Clacton-on-Sea, yang sedang berjuang membuka jalan. Bersama Ellie Appleton (Lily James), teman masa kecil yang merangkap sebagai manajer dan sopir pribadi, datang dari satu panggung ke panggung yang lain, berharap suatu saat nanti lagu-lagu ciptaannya akan disukai dan mendapat tempat di industri musik Inggris. Tapi perkembangan tak kunjung datang. Usai manggung di sebuah festival musik tahunan, Jack berencana “gantung gitar” karena merasa semua yang ia lakukan sia-sia saja.

Ellie mencoba memotivasi Jack untuk terus berusaha menggapai mimpinya. Mengatakan bahwa ia sangat menyukai lagu-lagu ciptaan Jack. Sejak kecil, Ellie memang pengagum setia Jack, ia selalu ada untuk Jack. Sebenarnya Ellie sejak lama menaruh hati pada Jack, hanya saja Jack belum ingin hubungan mereka meningkat lebih dari yang sudah ada.

Suatu hari, Jack dan Ellie terlibat percekcokan kecil hingga Jack meminta diturunkan dari mobil Ellie. Jack melanjutkan perjalanan pulang dengan sepeda. Saat itulah peristiwa aneh terjadi. Listrik di kota itu, di Inggris, di Eropa, bahkan di seluruh penjuru dunia mati untuk beberapa detik. Jack merasa ada yang aneh hingga ia tidak memperhatikan laju sepedanya. Jack jatuh tersungkur dan pingsan di malam itu.

Bangun dari pingsan di rumah sakit, Jack dijenguk oleh Ellie dan teman-temannya. Ellie memberikan hadiah sebuah gitar sepulang Jack dari rumah sakit. Sebuah gitar yang sangat bagus menurut Jack dan ia pun merasa harus memainkan sebuah lagu yang bagus untuk gitar yang juga bagus itu. Lagu yang terkenal, diterima semua orang, bukan seperti lagu ciptaannya.

Jack memilih “Yesterday” untuk ia nyanyikan. Tapi ada yang aneh, teman-temannya sangat takjub dengan lagu yang baru mereka dengar itu. Mereka mengatakan bahwa baru pertama kali ini mendengar lagu yang sekuat dan semenyentuh itu. “ini dari The Beatles, Paul McCartney”, balas Jack. “The Beatles..?”, teman-temannya tak pernah mendengar kata itu sebelumnya.

Setelah peristiwa padamnya listrik beberapa detik malam itu, Jack mendapati semua orang, entah bagaimana, melupakan The Beatles. ‘Lupa’ barangkali kata yang salah untuk menjelaskan peristiwa itu. Lebih tepatnya, beberapa segmen kehidupan di masa The Beatles ada di masa itu hilang dan dilupakan semua orang, kecuali Jack.

Jack mulai menyanyikan lagu-lagu The Beatles. Dan seketika itu ia menjadi populer, dianggap sebagai musisi jenius, menggeser Ed Sheeran yang sedang merajai industri musik ketika itu. Tapi Jack tidak serta merta menikmati kepopulerannya. Hati kecilnya tidak merasa nyaman dengan itu semua. Ia ingin menyampaikan semua itu kepada Ellie, tapi kesempatan yang tepat tak kunjung datang. Ellie pun setiap hari semakin ‘jauh’ dari Jack. Kesibukan Jack sebagai bintang pendatang baru di dunia musik, membuat mereka jarang bertemu. Ellie merasa sudah cukup dengan penantiannya selama ini. Ia pun mulai menjauh dari Jack.

Hati kecil Jack mulai bertambah tak nyaman dengan keadaannya itu. Ia merasa tidak menjadi dirinya sendiri. Hingga suatu ketika ia bertemu dengan dua orang yang memiliki nasib sama seperti Jack. Mereka bersama Jack memiliki ‘ingatan’ yang masih utuh tentang The Beatles dan segala hal yang telah dilupakan semua orang di masa itu. Jack ketakutan karena kebenaran pasti akan mereka ungkap kepada semua orang.

Diluar dugaan dua orang itu justru sangat berterimakasih dengan Jack. Jack mereka anggap telah menghidupkan The Beatles kembali. “Apalah dunia ini, jika tidak ada The Beatles”, kata mereka. Apa yang dilakukan Jack dengan menyanyikan lagu The Beatles adalah apa yang akan mereka lakukan andai mereka bisa bermain musik seperti Jack. Demi membantu Jack dari rasa bersalahnya selama ini, dua orang itu memberikan alamat satu-satunya personil The Beatles yang masih hidup untuk Jack. Kalian bisa menebak siapa yang akan ditemui Jack?. Benar, jika kalian menjawab orang itu adalah John Lennon (Robert Carlyle).

Jack memberanikan diri bertemu John. Jack tak percaya ia bisa bertemu dengan John Lennon, musisi hebat yang menginspirasi banyak orang sepanjang masa. John Lennon yang ditemui Jack adalah benar John Lennon dari Liverpool, yang kita kenal sebagai salah satu personil The Beatles itu, suami dari Yoko Ono itu. Tapi John Lennon, setelah padamnya listrik beberapa detik saat itu ternyata hanyalah orang biasa dan The Beatles memang tak pernah ada selama ini.

Di pertemuan dengan Jhon itu, Jack tersentuh oleh nasehat-nasehat dan pengalaman cinta John. Jack mulai yakin ia harus mengambil sikap seperti apa atas situasi yang ia alami. Terutama atas kepopulerannya dan atas Ellie, wanita yang selalu ada untuknya.

Film yang dirilis tahun 2019 ini memiliki ending seperti kebanyakan film komedi romantis yang lain. Jika tidak begitu malah aneh saya kira. Karena namanya juga film bergenre komedi romantis. Happy ending selalu jadi pilihan terbaik bagi film bergenre seperti itu.

Happy ending di film ini terjadi ketika Jack mengungkapkan kebenaran atas lagu-lagu yang selama ini ia nyanyikan di depan ribuan penonton konser musik di stadion Wembley, dan memilih Ellie atas semua yang sudah ia peroleh selama ini.

5 pemikiran pada “Menghidupkan The Beatles

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s